16 Desember 2010

Lagu Streaming Yang "Menyiksa"

Berawal dari ngebuka blognya cici dan mimi si kembar yang mereka meletakkan gadget yang berisi lagu yang diputer secara streaming, jadi keinget dizaman kuliah dulu waktu ngetrendnya si Friendster. Dimana kita bisa membuat homepage sesuai dengan keinginan kita dan mengcustomnya sesuka hati, meletakkan berbagai macam gadget yang bisa kita dapatkan diinternet.

Dulu itu saya suka kesel ngebuka halaman friendster temen yang memasang gadget musik streaming, tau ga sih kalo internet diindonesia itu masih termasuk mahal dan ga semua orang bisa mengakses internet dengan baik dan cepat. Jadikan sayang kalo harus disia siakan hanya untuk memutar lagu yang hanya akan menghabiskan bandwith dan hanya bisa didengarkan pada saat itu saja.

Sejak saat itu saya selalu mengingatkan teman untuk tidak memasang gadget-gadget semacam itu, karna dari kita yang niatnya ingin berbagi pengalaman kita melalui tulisan kita diblog menjadi "menyiksa" orang yang akan membacanya dengan harus mendengarkan lagu yang kita pasang. Harus mereka yang berinternet ria dengan koneksi yang "pas-pasan" menjadi tidak bisa membaca apa yang kita tulis karna bandwith yang dimilikinya habis tersedot untuk memutar lagu ato video yang ada diblog kita yang menyebabkan akses internet yang dimilikinya melambat..

Jadi teman mari dari sekarang kita membantu sesama dengan membantu mereka dapat mengakses informasi yang kita berikan dengan cepat dan tepat. Dengan demikian kita dapat membantu mencerdaskan warga negara kita ini.

08 November 2010

Nekad

Hahaha... Gila gila gila... Bener-bener sebuah kenekadan yang aku lakukan malam ini. Setelah 6 bulan lebih aku tidak pernah menaiki sepeda motor, dikarenakan kecelakaan kemaren, akhirnya aku membawanya lagi. Dengan motor yang sama dengan motor waktu aku mengalami kecelakaan, aku mencoba sejauh apa keberanianku membawa sepeda motor lagi... Kesimpulannya... Saya masih anak pemberani....

Membonceng si dia, wanita yang jatuh bersamaku kemaren, dia mengalami rasa takut yang lumayan, sementara saya bisa santai membawanya. Tenang sayang aku ga akan membahayakan diri kamu lagi,
Sayang kamu...

Udah dulu deh, mata mulai melawan majikannya....
Published with Blogger-droid v1.6.5

02 November 2010

Penjualan Tiket

Sekarang ini kita dapat membeli tiket darimana saja karena sudah banyak penjual tiket yang melakukan transaksinya secara online. Kita dapat membeli tiket konser, tiket bioskop, tiket pertandingan olahraga, baik pertandingan sepak bola maupun pertandingan basket.

Hal ini memudahkan kita dalam memperoleh tiket, tanpa harus membuat kita mengantri didepan loket. Hal ini juga didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga hal ini semakin mungkin untuk dilakukan. Dengan ini kita dapat membeli tiket untuk pertunjukkan yang diadakan dimana saja dan kapan saja.

Dengan kemajuan teknologi, semua hal menjadi semakin mudah saat ini. Di zaman dahulu kita masih harus melakukan semua hal dengan cara yang sangat manual, dengan cara mengantri ke loket, harus berdesak-desakan, dll. Sekarang hal-hal seperti itu dapat dihindari dengan cara membeli tiket secara online, kita cukup dengan membuka website melalui internet, melakukan transaksi, dan kita sudah dapat menikmati pertunjukkan yang kita inginkan.

30 Oktober 2010

Dunia Miringku

Dunia miringku... Sebuah dunia baru buatku, dunia yang sangat aneh buatku. Dunia yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tahukah kau kawan? Dunia ini lebih baik dari duniaku yang sebelumnya. Dunia dimana aku diajarkan bagaimana untuk lebih bersabar, bagaimana untuk lebih dekat dengan lingkungan, bagaimana untuk bisa menerima kenyataan sepahit apapun itu.

Dunia miringku... Dunia ini yang akan terus setia menemaniku sampai aku menghembuskan nafas terakhirku nanti. Dunia yang akan mewarnai hari-hariku mulai sejak kejadian itu.

Dunia miringku... Hidupku berubah karenamu. Jadi lebih burukkah? Tentu tidak. Lebih baik iya, dunia ini membuatku jadi orang yang lebih baik. Entah bagaimana dia mampu merubahku...

Dunia miringku... Mari kita hadapi tantangan hidup bersama...

12 Oktober 2010

UU ITE haruskah kita takut???


 
Awalnya baca buku UU ITE : Don't be the next victim cuma sekedar ingin tahu apa sih UU ITE itu, sejauh mana dia membatasi kita dalam berekspresi. Memang ada beberapa pasal yang terkesan sangat membatasi kita dengan sesuatu yang rancu dalam penjabarannya. Untuk lebih jelasnya berikut saya tuliskan beberapa pasal dari UU ITE yang banyak dibicarakan orang :

Pasal 27 ayat 1 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.


Pasal 27 ayat 2 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.


Pasal 27 ayat 3 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal 27 ayat 4 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Sanksi dari pasal 27 ayat 1 - 4 :
Pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 Milliar.

Pasal-pasal berikut dikatakan rancu karna di indonesia ini belum ada penjelasan yang benar-benar jelas mengenai apa yang dimaksud dengan kesusilaan, perjudian, penghinaan, pemerasan dan pengancaman.

Pasal 28 ayat 1 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.


Pasal 28 ayat 2 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).


Sanksi dari pasal 28 ayat 1-2 :
Pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 Milliar.

Pada pasal 28 ini kita diharapkan untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang tidak boleh mengandung unsur-unsur penipuan dan penghinaan yang berbau unsur SARA. Jadi kita harus berhati-hati dalam menulis komen-komen, status, ataupun isi blog karna kita bisa saja dituntut atas apa yang kita tulis.

Pasal 29 :
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan dan menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi

Sanksi dari pasal 29 :
Pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda Rp. 2 Milliar.

Pasal ini buat orang-orang yang suka mengancam orang lain menggunakan situs-situs jejaring sosial, sms, blog, dll. Jadi kita harus berhati-hati dalam berkata-kata.

Pasal-pasal diatas adalah pasal-pasal yang mungkin menjerat kita yang suka menulis di internet, jadi kita sebagai penulis lepas tetap harus memperhatikan tulisan-tulisan yang akan kita buat. Karena kita sudah terbiasa menulis hal-hal yang kita anggap biasa kita lakukan padahal kita bisa sangat mudah untuk dijerat hukum tanpa kita sadari karena tulisan kita telah menyinggung pihak-pihak yang tersebut didalam tulisan kita.

Tetap menulis dengan pintar sehingga apa yang kita maksud dapat diterima tanpa ada pihak-pihak yang tersinggung.

SEMANGAT TERUS TEMAN!!!!


Sumber : UU ITE : don't be the next victim by merry magdalena

25 Agustus 2010

My First and My Last ( I Hope)


ANEH...
Kata ini mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi saat ini. Beberapa hal yang diluar kemauan saya terjadi dan merubah banyak hal.

Perkenalkan namanya adalah Suci Purnama Sari, dia akhirnya menjadi pasanganku yang pertama dan berharap dia juga jadi yang terakhir. Di awal hubungan kami sudah dilalui dengan cobaan-cobaan yang cukup berat. Kalau ditanya kapan pertama kali aku menaruh perhatian lebih kepadanya, aku sendiri ga ingat pastinya. Yang pasti dia sudah cukup lama mencuri perhatianku, anaknya lain dari yang lain, banyak hal-hal aneh yang aku suka darinya. Ntah kenapa aku selalu ingin membahagiakan dia, ntah apa yang dilakukannya sampai aku sangat ingin melakukan hal itu.

Setelah banyak waktu yang kami lalui, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku kepadanya. Untuk pertama kalinya aku berani ngomong langsung ke seorang perempuan dengan berhadapan langsung. Lagi lagi ntah kekuatan apa yang diberikannya kepadaku sampai aku seberani itu. Masih ga abis pikir saya. Itu moment yang ga akan mungkin aku lupakan, walau nembaknya di tempat yang ga romantis sama sekali. hehehee...

Diwarung Mie Ayam, disitulah aku mengungkapkannya, ga romantis sama sekali, dengan ngomong yang berantakan, malu, pipi merah, gugup, mencoba meyakinkannya, dan akhirnya lagi-lagi aku diminta untuk menunggu. Ga dikasih tau sampai kapan, aku hanya bisa menunggu. Terus berusaha itu yang bisa aku lakukan.

Sampai pada akhirnya kami mengalami kecelakaan yang diluar dugaan kami. Kakiku patah dan harus dioperasi, dia mengalami memar dan trauma. Tapi kecelakaan itu makin mendekatkan kami dan akhirnya aku mendapat kabar bahagia darinya, dia mau menerimaku. Alhamdulillah. Azurra 5 ya... dikamar Azurra 5 itu aku menanyakan apakah dia bersedia untuk menjalin hubungan yang lebih serius denganku. Dia menjawab ya betapa senangnya aku saat itu, ingin terbang, tp sayang saat itu kakiku sedang patah hehehe....

Sekarang kami sudah menjadi sepasang kekasih. Kami mulai merangkai mimpi indah bersama, smoga semua mimpi-mimpi kami dapat terwujud semua. Amin.

Suara Hati Wanitaku

Berikut adalah suara hati wanitaku, yang baru saja dia berikan kepadaku...

Fachru Rozi 



Sebuah nama yang beberapa tahun belakangan ini mengusik hidupku. Entah dari mana ia berasal, yang jelas keberadaannya memberikan arti. 

Dimulai dari awal interaksi kami didunia maya, sampai pertemuan pertama kami. Terus terang saja, pertemuan pertama itu cukup membuatku jengah. Ia punya sorot mata lain. Menarik? Tidak…bukan itu, hanya berbeda….bukan menarik.



Dan kami pun berteman baik. Perlahan, dan entah dari mana rasa itu mulai ada. Bukan rasa cinta. Hanya sayang. Bukan rasa sayang dari seorang wanita kepada pria. Hanya sayang. Tidak lebih ataupun kurang. Dan kurasa aku telah menempatkannya dalam porsi yang cukup dan benar. Tidak boleh lebih, juga tidak boleh kurang. Meskipun berlebih, aku terus berusaha menguranginya. Terus berusaha…entah kenapa, hati kecilku mengatakan demikian.



Pemaksaan rasa di kala itu, memang benar2 kulakukan. Beruntung aku dapat mengontrol setiap jejak-jejak yang terus ia sampaikan padaku. Dan berusaha untuk tidak mau tahu perasaannya. Berhasil? YA…Nyaris…dan hampir berhasil. Walau terkadang aku menangkap sesuatu yang terus saja berbeda dari sikapnya. Indah, tapi segera kuusir dari pikiranku. Penyangkalan itu terus kulakukan…memang terkadang lelah, mungkin itulah yang harus kutempuh. Rasa itu, terus kubuang jauh… saat itu, dia adalah sahabatku, dia pendengar setiaku dan dia pengacau pikiranku.



Sampai suatu saat, aku menemukan sosok lain. Sosok pelindung yang dengan hangat datang menyayangiku. Sosok yang dapat membuatku merasa menjadi diriku sendiri. Sosok yang memberikan aku petualangan2 menarik. Dan sosok itu pulalah yang membuat aku semakin tidak bisa jauh dari nama itu. Sosok itu pulalah yang membuatku semakin membutuhkan nama itu. Memang ironis, bahkan membingungkan, nyaris membuatku terdiam. Berhenti sejenak, berpikir tentang apa yang tanpa kusadari terlakukan.



Pelindung hangat itupun pergi. Berbekas?? Tidak…hatiku tentram, hatiku nyaman, meskipun masih ada sesak dan asa sampai sekarang. Dan ketahuilah, nama itu tetap dengan setia menemaniku disaat pelindungku pergi. Tetap memberiku semangat disaat aku lelah akan hidup, tetap memberiku kasih sayang disaat aku merasa dilupakan orang2 yang kusayangi, tetap konsisten memberikanku kehangatan disaat ia sendiri merasa kesakitan, tetap mengajariku arti persahabatan dan kekeluargaan yang sama sekali sangat sulit kudapat dikehidupanku sendiri, tetap mencontohkanku bagaimana teguhnya ia dalam berkomitmen, tetap menunjukkan senyum damainya saat aku datang dengan penuh sesal dihadapannya, tetap menyulangiku dengan keoptimisannya dalam jalan yang ia tempuh, tetap menjadikanku wanita tersayangnya meskipun ia dapat melihat dengan jelas ada banyak keraguan disana, tetap mengajariku bagaimana cara tersenyum menghadapi setiap cobaan yang terus datang kepada kami, dan tetap terus menggodaku dengan aktingnya yang aneh (dan percayalah…aku tergoda :p). 

Keyakinannya akan hadirku membuat keraguan itu perlahan hilang. Kepada nama itu, ketahuilah…aku akan terus ada untuk mengusik hari-harimu, memberimu kegilaan memberimu keresahan, memberimu ketidaknyamanan, memberimu tangisan, memberimu kagalauan dan bagian terbaiknya adalah aku akan terus ada untuk memberimu semangat, memberimu keindahan, memberimu impian, memberimu harapan, memberikanmu kasih sayang dan memberikanmu masa depan… 
Tulisan pendek ini merupakan ringkasan rasa yang selama ini ada. Membuatnya sangat tidak mudah, membutuhkan sedikitnya beberapa tetes kesadaran, ingatan, impian, nyanyian, lirikan, garukan( alergi ini nyaris membuatku gila…), air mata, senyuman, tawa, kantuk, penat, lelah, juga keinginan untuk menyampaikan padanya betapa ia  memberikan kontribusi yang sangat besar dalam hidupku. Entah apa jadinya jika ia pergi. Kepada sebuah nama di atas, terima kasih Sayang. Cuma kata sederhana dan sarat cinta yang dapat aku berikan, hanya seberkas maaf yang dapat aku nyanyikan saat ia membaca ini, hanya sepeluk tangisan yang dapat aku keluarkan agar aku merasa lebih hidup. 
Kesederhanaan sikapku, kekacauan emosiku, ketidakjelasan pikiranku, ketidakstabilan hatiku, kepenatan hidupku, keramaian ocehanku, isak tangisku, sedikit banyak telah memberi warna lain yang tidak biasa dihidupnya, dan ketahuilah…nama itu sekarang bukan hanya sebagai sahabatku, pendengar setiaku, dan pengacau pikiranku, tapi ia telah menjelma menjadi  pelindungku, penasehatku, pembimbingku, dan yang paling indah…Priaku.
 By : Suci Purnama Sari

Terima kasih sayang, aku janji akan selalu ada disamping kamu... kapanpun dan dimanapun...