03 Maret 2013

Yang Perlu Anda Ketahui Ketika Negosiasi Gaji

 
Anda mau menang dalam negosiasi kenaikan gaji?

Mungkin anda tahu bahwa anda perlu menyiapkan satu argument yang mendukung permintaan anda ketika anda mengajukan permohonan ini, tapi bagaimana cara terbaik untuk melakukan-nya? Berikut in beberapa fakta mengenai negosiasi yang perlu anda ketahui dan akan membantu anda mendapatkan kenaikan gaji.

1. Perlu Anda minta

Banyak perusahaan yang telah mempunyai standard gaji dan system untuk mengevaluasi kenaikan gaji karyawannya, terutama perusahaan-perusahaan besar, namun jauh lebih banyak perusahaan yang sama sekali belum memiliki standard gaji, apalagi system evaluasi kenaikan gaji. Terlepas dari itu, mungkin Boss anda sudah puas dengan keadaan sekarang, dan belum memikirkan kenaikan gaji timnya, jadi untuk memulai diskusi kenaikan gaji, Anda perlu memintanya.

Dalam konteks ini, seringkali Boss membiarkan keadaan berjalan sebagaimana adanya, tidak berinisiatif untuk meninjau kemungkinan kenaikan gaji dan insentif yang menjadi hak Anda, tidak juga berinisiatif untuk mendiskusikan kebutuhan dan harapan Anda. Andalah satu-satunya orang yang paling berkepentingan untuk memperjuangkan perubahan, jika anda tidak memintanya, mungkin tidak akan pernah ada perubahan.

2. Tidak meminta berarti membiarkan uang tercecer

Mungkin anda tidak pernah memikirkan berapa banyak uang yang seharusnya menjadi hak Anda, telah tercecer karena Anda tidak pernah memintanya.

Ilustrasi berikut memberi gambaran lebih jelas situasi tersebut diatas. Misalkan, pada usia 25 tahun Anda dan Rachmat sama-sama mulai bekerja, diterima diperusahaan yang sama, dan mendapat tawaran gaji yang sama pula. Anda menerima tawaran tersebut, tapi Rachmat negosiasi dan mendapat gaji bulanan Rp. 100ribu lebih besar dari Anda. Jadi dalam 1 tahun Rachmat akan mendapat Rp. 1,2juta lebih besar dari gaji Anda.

Jika setiap tahun selisih kenaikkan gaji Anda dan Rachmat Rp. 100ribu/bulan, maka pada tahun ke-2 Rachmat akan mendapatkan Rp 2,4juta lebih banyak dari Anda. Jika selisih ini seluruhnya ditabungkan oleh Rachmat dengan bunga 6%/tahun, maka sampai usia pensiun (60 tahun) Rachmat akan mendapatkan Rp.142juta lebih banyak dari yang Anda dapatkan. Inilah jumlah uang anda yang tercecer, karena anda tidak pernah meminta.

3. Tidak perlu banyak alasan

Untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji Anda tidak perlu “mengarang” banyak alasan yang cenderung mengada-ada. Cukup berikan satu atau dua argumen kuat, ini lebih efektif daripada menyodorkan sampai lima argumen.

Pikirkan alasan terkuat, mengapa anda berhak mendapatkan apa yang anda inginkan, dan fokuskan pembicaraan anda pada alasan tersebut.

4. Negosiasikan waktu yang tepat untuk negosiasi

Banyak karyawan tidak menyadari bahwa mereka berhak menegosiasikan waktu yang tepat untuk bernegosiasi. Ada Boss, yang dengan berbagai alasan kesibukannya, berulangkali menolak untuk mendiskusikan kenaikan gaji tahunan. Dan, ada Boss yang mendesak Anda untuk mendiskusikannya pada saat yang tidak tepat, misalnya pada saat istirahat dari meeting.

Sesungguhnya ini merupakan taktik negosiasi, yang pertama taktik menunda, yang kedua taktik mendesak. Perlu anda ingat, bahwa Anda berhak untuk menegosiasikan waktu yang tepat untuk negosiasi. Anda bisa menanggapi kedua taktik tersebut diatas dengan mengatur/mengusulkan waktu yang tepat untuk kedua belah pihak.

5. Umumnya Boss tidak suka negosiasi

Jika dibandingkan dengan Anda, pada umumnya Boss lebih tidak suka negosiasi. Ada berbagai penyebab yang membuatnya tidak suka bernegosiasi, seperti: tidak bisa mengatakan “tidak” atau mengecewakan orang, dia merasa bukan negosiator yang baik atau akan kalah dalam negosiasi.

Lakukan pendekatan persuasif dan penekanan pada opsi saling menguntungkan — atau paling tidak menunjukan bahwa negosiasi ini tidak akan merugikan Boss Anda — akan membuat proses ini menjadi lebih mudah bagi Boss Anda, yang berarti lebih mudah untuk Anda juga.

Apa lagi yang bisa membantu mempermudah?

· Pikirkan bagaimana cara yang lebih disukai, dan beri dia kesempatan untuk mengaturnya.

· Kapan saat dia paling santai?

· Apa yang membuat dia tegang?

Gunakan pengetahuan ini untuk membuatnya merasa nyaman, sehingga lebih besar kemungkinan Anda mendapatkan apa yang anda inginkan.

6. Bukan hanya uang

Karyawan cenderung fokus pada permintaan kenaikan gaji atau bonus, dan melupakan tunjangan, manfaat dan fasilitas lain yang mungkin dapat mendukung kemajuan karir lebih pesat, dan hidup lebih nyaman, seperti: training atau kursus yang dibiayai oleh perusahaan, cuti tahunan, kendaraan antar-jemput, mengambil tugas lain yang lebih sesuai dengan minat Anda.

Permintaan semacam ini memberikan manfaat nyata bagi Karyawan, dan mungkin juga Perusahaan, karena itu akan lebih mudah dikabulkan daripada permintaan kenaikan gaji.

Dicopas dari http://karirpd.blogspot.com/2013/01/yang-perlu-anda-ketahui-ketika.html