Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan

29 Januari 2010

Install Ubuntu 9.10 di Windows dengan menggunakan WUBI



Wubi adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menginstall Ubuntu didalam Windows tetapi bukan berupa sebuah virtual. Dengan Wubi kita dapat menginstall ubuntu untuk dual boot dengan windows dengan cara yang cukup mudah. Hal yang perlu diperhatikan dalam menginstall menggunakan wubi adalah file ISO yang kita pergunakan sebaiknya adalah update-an yang terbaru, karena kalau kita menggunakan file ISO yang sebelumnya maka wubi akan mendownload file ISO terbaru yang ada. Dan Wubi ini dapat membantu para pengguna linux pemula.

Pertama yang harus dilakukan adalah jalankan file Wubi.exe yang terdapat didalam ISO ubuntu 9.10 yang telah kita download, maka akan muncul :



Pilih Install Inside Windows, maka ubuntu akan mengambil space didalam windows sebagai partisinya ubuntu. Setelah itu tentukan hal-hal berikut:



Setelah mengisi form tersebut, maka proses instalasi akan berlangsung. Pada proses ini, jika kita menggunakan file ISO sebelumnya maka pada proses instalasi akan mendownload kembali file ISO terbarunya. Untuk menghindarkannya, maka kita harus menginstall dengan file ISO terbaru. Setelah proses instalasi selesai, maka reboot windows kita.



Setelah reboot maka akan muncul dua pilihan OS pada saat booting, yaitu: Windows dan Ubuntu.



Pilih Ubuntu maka proses instalasi akan berlanjut lagi, tunggu hingga selesai.

Selamat mencoba.

Gambar :
https://help.ubuntu.com/community/Wubi
http://wubi-installer.org/faq.php

06 April 2009

Configure DHCP Server in Ubuntu 8.04 LTS

Mencoba membuat dhcp server untuk kantor di Ubuntu 8.04 LTS, Searching di mbah google dapet juga caranya.

Pertama yang harus dilakukan adalah install paket DHCP Servernya dengan cara:

$ sudo apt-get install dhcp3-server

Setelah paket terinstall, maka kemudian back up file konfigurasi defaultnya dengan command berikut :

$ cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf.back

Ini dilakukan untuk menjaga jika kita membutuhkan settingan defaultnya suatu saat.

Lalu kita mulai mengkonfigure file dhcpd.conf seusai dengan kebutuhan kita, berikut contoh konfigurasi yang saya buat:

default-lease-time 691200; #default dhcp timenya 8 hari
max-lease-time 1209600; #maximum dhcp timenya 14 hari

option subnet-mask 255.255.255.0; #subnetmask yang digunakan
option broadcast-address 10.1.30.255; #Broadcast ip di network
option routers 10.1.30.13; #default gateway yang digunakan
option domain-name-servers 10.1.30.13, 202.137.3.110; #DNS Server yang digunakan
option domain-name "kantor.net"; #Domain name yang digunakan

subnet 10.1.30.0 netmask 255.255.255.0
{
range 10.1.30.150 10.1.30.200; #Range IP yang digunakan pada DHCP
}


Konfigurasi diatas ada konfigurasi standard yang dapat kita gunakan.

Jika ingin mereserve sebuah IP kita dapat menggunakan tambahan script berikut:

host server1
{
hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
fixed-address 10.1.30.153;
}


Setelah konfigurasi selesai, restart service dari dhcp server yang kita buat dengan command sebagai berikut:

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

Maka selesai sudah konfigurasi yang kita buat.


Selamat mencoba...

Sumber : Membuat DHCP